Panen Benih Bawang Merah di Kelurahan Rengas Pulau

Panen Benih Bawang, BI Optimis bisa kendalikan inflasi

Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Pemko Medan dan kelompok tani bawang merah melakukan panen perdana benih bawang merah di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (6/4).
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengungkapkan, pihaknya kian optimis bisa mengendalikan inflasi tahun ini dan tahun-tahun ke depan karena produktivitas bawang merah di sejumlah klaster yang dibentuk BI cukup bagus. "Ini menandakan bahwa ke depan kita bisa saja swasembada bawang merah," katanya.

Di lokasi itu sendiri, pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap petani sejak 2013, untuk membimbing petani dalam pemurnian benih bawang merah.
Adapun pada tahap awal ini, kelompok tani di sana menanam benih sekitar 300 kg dan hasilnya antara dua hingga tiga ton.

Dengan produktivitas yang cukup tinggi itu, pihaknya optimis benih-benih yang akan dibudidayakan lagi akan menghasilkan bawang merah yang cukup banyak dan diharapkan mampu mengendalikan harga di pasaran. "Ini memang masih tahap awal, tapi pelan-pelan dengan adanya klaster-klaster yang lain, kami yakin harga bawang merah bisa ditekan," kata Arief.

Sebagai catatan, dalam beberapa tahun terakhir, bawang merah menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi, selain cabai merah. Pada Triwulan I 2017 misalnya, harga bawang merah berada pada kisaran Rp 26.000 hingga Rp 32.000 per kg.

Adapun kontribusi bawang merah terhadap inflasi tahunan Provinsi Sumut posisi Maret 2017 adalah 0,22%. Namun demikian, hingga saat ini masih dijumpai banyak bawang merah impor, yang berarti Kota Medan belum mampu memenuhi permintaan bawang merah secara mandiri.

"Oleh sebab itu, pada tahun 2013, Bank Indonesia berinisiatif untuk memfasilitasi pengembangan klaster bawang merah di Kecamatan Medan Marelan yang dinilai memiliki potensi lahan dan kapasitas petani yang mumpuni untuk dapat memenuhi permintaan bawang merah Kota Medan," kata Arief.

Dikatakannya, hasil panen kali ini akan dimanfaatkan sebagai sumber benih untuk penangkaran bawang merah di musim tanam selanjutnya yaitu akhir bulan Juni 2017.

"Kami sangat mengharapkan bapak-bapak anggota kelompok tani memegang teguh komitmen ini dan ke depannya sehingga menjadi petani penangkar benih bawang merah yang andal dan mampu mewujudkan swasembada benih bawang merah bersertifikat untuk Kecamatan Medan Marelan dan Sumatera Utara pada umumnya," tegasnya.

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution mengungkapkan, hasil panen di lokasi itu bisa menjadi acuan atau contoh yang akan diterapkan oleh kelompok tani lain yang ada di Medan. Apalagi varietas ini telah teruji dan cocok untuk dataran rendah, sehingga produksnya bisa dioptimalkan untuk pemenuhan kebutuhan.

Pemko Medan, kata Akhyar, sangat mengapresiasi langkah BI dalam membentuk klaster-klaster pangan di Medan dan Sumut pada umumnya. Selain bawang merah, BI juga kini mengembangkan klaster cabai merah dan padi di sejumlah daerah.

Ke depan, dengan produktivitas yang tinggi, swasembada pangan bisa tercapai dengan harapan petani semakin sejahtera dan kebutuhan konsumen terpenuhi. "Inflasi juga bisa terjaga sehingga ekonomi daerah ini bisa bergerak lebih leluasa," jelas Akhyar. (Medan Bisnis)

Administrator Berita Senin, 2017-04-10, 14:18:23 WIB 0 Komentar

Komentar (0)

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar