Kerjasama Distanla Kota Medan dan APPEL dalam rangka meningkatkan Pertanian Perkotaan pada tanggal 2

Distanla-APPEL Kerjasama Pertanian Perkotaan

Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan, Ir.H.Ahyar mengaku siap bekerja sama dengan komunitas Aku Perempuan Peduli Lingkungan (APPEL) SUMT, dalam mensosialisasikan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) ke masyarakat.Apalagi saat ini harga kebutuhan pangan sedang mahal. Akhyar, mengatakan itu saat menerima kunjungan dua pemerhati lingkungan Sumut, Prof.Dr.Ir.Abdul Rauf, MP yang juga Ketua bidang Konservasi lingkungan Waspada Green Club, dan Deklarator APPEL Dewi Budiarti, diKantor Distanla Kota Medan, Kemarin. Ahyar, didampingi Kepala UPT Pengembangan Bibit Hirtikultura dan Peternakan, Muslim, SP, Kabid Tanaman Pangan dan  Hortikultura, Rukiah Iriani dan Kabid Produksi Perikanan, Ir Kukuh Pramudju Satuhu, melalui program kerjasama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi sumber pangan masyarakat untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan halaman rumah.

“Kami siap menyediakan bibit bumbu dapur dan sayuran serta benih ikan dan kebutuhan pertanian lain” kata Ahyar. Sementara itu, Abdul Rauf, selaku pakar pertanian menjelaskan banyak tekhnologi yang sederrhana, murah dan mudah dilakukan masyarakat dalam bercocok tanam di kawasan rumah tinggal. Bahkan bagi rumah yang tidak memiliki halamna rumah sekalipun. Menurut Rauf, kebutuhan pangan masyarakat kota hendaknya menjadi perhatian Pemerintah. Karena semakin meningkatnya jumlah penduduk, serta dampak perubahan iklim yang sangat ekstrem, maka akan mempengaruhi dalam hal pangan, lihat saja harga cabai yang sangat mahal saat ini, sebutnya.

Sedangkan Dewi Budiarti, menuturkan gerakan pangan mandiri berbasis lingkungan mendapatkan multi keuntungan termasuk manfaat lingkungan dan pendidikan bagi masyarakat Kota Medan. Dijelaskan Dewi, gerakan pertanian perkotaan (Urban Farming) dapat mendorong masyarakat lebih bijaksana memanfaatkan lahan hunian untuk ditanami dberbagai jenid sayuran dan tanaman produktif lainnya. Selain membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan lainnya, lingkungan juga menjadi hijau dan sehat,’ujarnya. Sasaran gerakan pertanian Perkotaan ini, menurut dia, haruslah mampu sampai ke sendi-sendi masyarakat.Idealnya ada di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Medan. Dwi mnencontohkan program Medan Green and Club) dan gerakan medan bersih hijau asri sehat (Berhias) yang pernah digagasnya mendapat dukungan masyarakat, terbukti dari lebih 2000 tanaman kecil di tiap Kelurahan yang semua atas swadaya masyarakat.

Sumber : HARIAN WASPADA, 26 NOPEMBER 2016

Administrator Berita Senin, 2016-12-05, 10:50:36 WIB 0 Komentar

Komentar (0)

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar