Penanaman ratusan pohon di Namobintang

Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan “menyulap”bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Namobintang menjadi agrowisata terus berlanjut. Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan selaku Instansi strategis untuk mewujudkan rencana besar itu menyiapkan 1000 batang bibit tanaman. Kadistanla Kota Medan selaku instansi strategis untuk mewujudkan rencana besar itu menyiapkan 1000 batang bibit tanaman. Kadistanla Kota Medan. Ir Akhyar mengatakan untuksaat ini pihaknya sudah menanami sebanyak 500 batang jenis buah-buahan. Kami (Distanla) terus mendukung penanaman di Namobintang. Sesuai dengan arahan, utamanya kami akan siapkan bibit tanaman buah-buahan” katanya kepada wartawan Jumat (16/9) di Medan. Untuk sementara ini, sebut Ahyar ada sekitar 19 Jenis buah-buahan yang akan ditanam di lahan seluas 16 Hektare tersebut. Kebutuhan penanaman bibit tanaman buah-buahan ini akan terus dilakukan sesuai kebutuhan. Kondisinya sudah ditanami sekitar 500 batang. Ini terus berlanjut dan dilakukan bertahap, melalui kerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan” Kata Ahyar seraya mengaku sudah menyiapkan 1000 bibit tanaman sampai sejauh ini. Dian mengungkapkan, sampai saat ini belum ada kendala berarti di lapangan. Dimana pihaknya akan terus melakukan pengawasan bersama-sama dengan Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan. Disamping itu Kadistanla mengakui kalau rencana menyulap Namobintang jadi agrowisata, melalui swadaya dan swadana antar lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD)Pemko Medan.”Semuanya swadaya.itu hasil dari bibit-bibit yang ada di Distanla,” pungkasnya. Sebelumnya, Kepala DInas Kebersihan Kota Medan Endar Sutan Lubis mengatakan tidak ada target waktu kapan agrowisata tersebut selesai. “ kita akan menanam terus setiap minggunya sampai mencukupi. Targetnya ini jangka panjanglah, jadi kita menanan terus,” katanya. Menurut Endar, guna menyulap eks TPA Namobintang menjadi agrowisata, lintas SKPD Pemko Medan melakukannya melalui swadaya. “Kita bukan mengalokasikan anggaran untuk itu. Kita swadaya dan bergotong-royong,” katanya seraya menyebut seluruh bibit tanamn sudah disiapkan Distanla Kota Medan. Dia menambahkan, meski tidak ada target menjadikan lokasi dimaksdu menjadi agrowisata perdana dikota ini, secepatnya diharapkan terealisasi. Masyarakat sekitar juga sudah mengolah sampah disana untuk menjadi kompos,”pungkasnya. (Medan Bisnis, 17 September 2016)
Administrator Kegiatan Senin, 2016-09-19, 14:24:07 WIB 0 Komentar

Komentar (0)

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar