Melawan Rabies dengan Vaksinasi

Penyakit rabies atau lebih sering disebut sebagai penyakit "anjing gila" termasuk satu dari sejumlah penyakit hewan yang berbahaya dan bersifat zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia). Rabies adalah penyakit infeksi yang disebakan oleh virus rabies. Virus ini dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, kera dan kelelawar. Gejala terserang rabies sangat mirip dengan penyakit flu seperti demam tinggi, sakit kepala, mual dan muntah-muntah. pada kondisi lebih lanjut penderita akan mengeluarkan air liur berlebihan, berperilaku hiperaktif, menderita kelumpuhan parsial hingga penurunan kesadaran dan bisa berujung kepada kematian. setali tiga uang, hewan penderta rabies juga menunjukkan gejala mengeluarkan air liur berlebih, menjadi sangat agresif dan posisi ekor terselip diantara dua kaki belakang.

Direktur kesehatan hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Drh Ketut Diarmita, kepada Pers menjelaskan bahwa tindakan paling efektif yang harus dilakukan untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan adalah dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau deterjen selama 10-15 menit, kemudian diolesi dengan cairan antiseptik. Apabila seseorang digigit oleh anjing yang dipastikan terinfeksi rabies, maka menurut Ketut Diarmita, langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan adalh mencuci luka bekas gigitan dengan air sabun yang mengalir dan secepatnya korban dibawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Penyuntikan VAR akan diulang pada hari ke-7 dan hari ke-21 sehigga korban benar-benar sembuh. Apabila gigitan dekat dengan kepala atau jumlahynya banyak maka korban haruS mendapatkan Serum Anti Rabies (SAR) karena termasuk beresiko tinggi. yang penting masyarakat dimanapun harus waspada. setiap terjadi kasus gigitan hewan penular rabies harus dilakukan penanganan dengan cepat dan sesegera mungkin agar resiko yang lebih parah bisa dihindari.

 

Sumber :Sinar tani, edisi 11-17 Mei 2016 No. 3654 Tahun XLVI

Administrator Artikel Selasa, 2016-05-24, 16:03:54 WIB 0 Komentar

Komentar (0)

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Tinggalkan Komentar